Ibnu Sirin menekankan bahwa tidak semua mimpi harus ditakwil, karena sebagian hanya bunga tidur. Tafsir juga bergantung pada kondisi orang yang bermimpi, waktunya, serta situasi hidupnya.
Tafsir Mimpi : menjelaskan arti mimpi secara lahiriah, tafsir
lebih dekat pada penjelasan makna mimpi secara langsung. Ta’wil Mimpi adalah menggali
makna terdalam atau maksud yang tersembunyi di balik sebuah mimpi.
Prinsip Umum Tafsir Mimpi
1. Dua golongan mimpi. bahwa mimpi terbagi menjadi dua jenis: Dari Allah (khabar baik atau peringatan benar). Dari setan (mimpi buruk, mengejutkan, tidak bermakna baik) Hal ini merujuk pada sabda Nabi SAW: "Mimpi itu dari Allah dan mimpi buruk dari setan."
2. Adab ketika bermimpi buruk Disarankan untuk: Meludahi ke sebelah kiri sebanyak tiga kali. Berganti posisi tidur. Bangun dan salat dua rakaat jika mampu. Membaca doa dan memohon perlindungan kepada Allah. Adab tersebut juga disarankan oleh ulama lain seperti Imam Nawawi dan Ibnu Hajar.
Pandangan Para Ulama Tentang Mimpi
Imam Ibnu Sirin dan ulama lainnya menjelaskan bahwa tafsir dan
ta’wil mimpi keduanya sah digunakan. Namun, mimpi tidak boleh dijadikan dasar
hukum syariat, hanya bisa menjadi kabar baik, peringatan, atau isyarat. Nabi
Yusuf AS diberikan ilmu “ta’wil al-ahadits”*
(ta’wil mimpi) oleh Allah, sebagaimana dalam QS. Yusuf: 6 dan 21.